Selasa, 05 Jul 2022
  • SMK Negeri 3 Pekanbaru, terpilih menjadi SMK Pusat Keunggulan Tahun 2021, Pada Sektor Hospitality, Perhotelan

Program SMK Pusat Keunggulan (PK) Skema Pemadanan Dukungan Bersama Industri

Terbentuknya kemitraan bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sudah menjadi keniscayaan bagi sekolah menengah kejuruan (SMK). Sebagai satuan pendidikan vokasi, selama ini proses pembelajaran di SMK banyak mendapatkan intervensi dan penguatan dari industri agar lulusannya diharapkan sesuai dengan kebutuhan DUDI. Menghadapi persaingan industri yang kian kompetitif, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuat terobosan baru melalui Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK PK) Skema Pemadanan Dukungan. Pada skema ini, giliran industri yang lebih merasakan manfaat kehadiran SMK sebagai bagian dari aktivitasnya.

Pada program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan, SMK, Kemendikbudristek, dan industri sama-sama memiliki peran penting. Pertama, SMK harus mampu memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditentukan oleh Kemendikbudristek sehingga hanya SMK yang sudah memasuki tahapan kematangan yang terpilih untuk mengikuti Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan.

Pada hari Senin-Rabu, 20-22 Juni 2022. Kepala SMK Negeri 3 Pekanbaru bersama dengan industri telah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan Region 1 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata.

Pelaksanaan program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tantangan industri dalam hal pemenuhan talenta (talent pool) dan efisiensi produksi. Talent pool ini dapat dilakukan melalui training, project based learning, penyelarasan kurikulum, pemagangan, serta upskilling dan reskilling guru kejuruan. Dalam hal ini, SMK PK dapat menjadi bagian dari penyuplai komponen industri sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi industri dalam pengeluaran operasional (operating expenditure) dan pengeluaran modal (capital expenditure). Selain kedua model tersebut, SMK PK Skema Pemadanan Dukungan juga dapat menjadi agenda tanggung jawab sosial industri dalam program corporate social responsibility (CSR). 

Semoga dengan adanya Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan, industri dapat melihat peluang dan kebermanfaatan yang dapat diperoleh dalam program prioritas ini. Bergabungnya industri dalam pengembangan SMK juga menjadi upaya pembangunan persepsi positif publik terhadap kinerja industri karena turut berperan pada sektor utama publik, yaitu pendidikan.

KELUAR